Langsung ke konten utama

Mekanisme Reaksi E2

            Setelah kita mempelajari tentang reaksi substitusi, maka selanjutnya kita akan membahas tentang reaksi eliminasi, yang mana eliminasi dapat diartikan sebagai pelepasan atau penghilangan. Jadi reaksi eliminasi ini merupakan suatu reaksi dimana dua substituen dipisahkan atau dilepaskan dari sebuah molekul.
            Pada kali ini yang akan kita bahas adalah mekanisme raksi E2 atau bisa disebut dengan Eliminasi Bimolekular. Pada reaksi E2 terjadi antara nukleofil atau basa dan alkil halida, alkil halida lebih cenderung dominan bila digunakan basa kuat seperti –OH dan –OR serta dengan temperatur tinggi. Reaksi ini melibatkan mekanisme satu langkah dimana ikatan karbon hidrogen dan karbon halogen pecah untuk membentuk ikatan rangkap.
            Adapun bentuk umum dari reaksi ini adalah :
Dalam reaksi diatas, reaksi mengubah atom sp3 menjadi atom sp2. Ini menggerakkan substituen lebih jauh sehingga mengurangi interaksi sterik. Jadi sistem yang tersubstitusi mengalami eliminasi lebih cepat. Reaksi E2 ini berjalan tidak dengan karbokation melainkan dengan reaksi serempak (concerted reaction)  juga bisa disebut dengan reaksi satu tahap, sama seperti reaksi SN2. Adapun laju reaksi dari reaksi E2 ini dapat dituliskan dengan :
            Reaksi E2 terjadi paling cepat ketika ikatan H-C dan ikatan C-LG yang terlibat adalah co-planar, paling sering pada suhu 180˚ atau antiperiplanar. Ini mengatur ikatan s yang terputus pada posisi yang benar untuk membentuk suatu ikatan pi. Ikatan pi ini ditandai dengan adanya rangkap pada produk yang terjadi.
Salah satu contoh reaksi ini adalah :
Dan juga
Dari contoh yang terakhir dapat dijelaskan bahwa :
a.       Basa membentuk ikatan dengan hidrogen.
b.      Elektron-elektron C-H membentuk ikatan pi.
c.       Brom bersama sepasang elektronnya meninggalkan ikatan sigma C-Br.
Persamaan terakhir juga menunjukkan mekanisme satu tahap dari E2, dengan anak panah bengkok yang menyatakan pendorongan elektron (electron pushing). Struktur keadaan transisi dalam satu tahap ini adalah :

Permasalahan :
1.      Mengapa alkil halida yang terlibat dalam reaksi E2 adalah primer dan sekunder?
2.      Mengapa reaksi E2 terjadi dengan satu tahap?
3.      Mengapa dalam reaksi E2 nukleofil yang digunakan cenderung basa, tidak asam?

Komentar

Yuli Pertiwi mengatakan…
Saya Yuli pertiwi
Nim A1C117020
Saya akan mencoba menjawab permasalahan ketiga. Dalam reaksi ini digunakan basa yaitu basa kuat, karena apabila digunakan asam maka reaksi tidak akan terjadi. Dan apabila yg digunakan basa lemah, maka akan lebih berkaitan dengan reaksi e1. Penggunaan basa kuat juga akan mempengaruhi laju reaksi tersebut. Terimakasih
Riska mengatakan…
Saya Riska dengan Nim (A1C117076), saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2, menurut saya karena pada reaksi E2 hanya memiliki satu keadaan transisi dan reaksi E2 ini berjalan dengan serempak, jadi reaksi E2 disebut dengan reaksi satu tahap .
Lara mengatakan…
Saya Lara
Nim A1C117062
Saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan nomor 1
Menggunakan alkil halida primer dan sekunder, karena pada kedua alkil halida ini cenderung akan dominan bila digunakan basa kuat. Dan pada alkil halida ini reaksi yang terjadi cepat dan tidak lambat. Dan pada reaksi ini secara khusus menggunakan basa kuat untuk menarik hidrogen asam dengan kuat. Sehingga reaksi eliminasi dapat terjadi.

Postingan populer dari blog ini

Mekanisme Reaksi Bersaing SN2 dan E2

Mekanisme Reaksi Bersaing SN2 dan E2 Hello friend....             Kali ini kita akan membahas tentang mekanisme reaksi bersaing antara E2 dan SN2, yang mana sebelumnya kita telah membahas tentang reaksi bersaing E1 dan juga SN1.             Perlu kita ketahui bahwa SN2 dan juga E2 ini memiliki banyak kemiripan, yang mana adalah reaksinya terjadi satu tahap, untuk reaksi juga menggunakan nukleofil. Alkil halida akan direaksikan dengan menggunakan nukleofil sehingga reaksi terjadi dalam satu tahap. Keduanya merupakan reaksi bimolekular, akan tetapi SN untuk substirusi dan E untuk eliminasi.             Pada reaksi SN2 yang dihasilkan adalah alkohol, sedangkan untuk E2 ini produk yang dihasilkannya adalah eter. Sebuah ion hidroksida atau alkoksida dapat bereaksi dengan nukleofil dalam reaksi eliminasi. Jenis dari re...